Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang
082318200077

Renungan bagi Para Pendaki

Tuesday, March 27th 2018.

Renungan bagi Para Pendaki
Mendaki kini sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat. Tak seperti beberapa tahun lalu dimana mendaki gunung hanya sebatas rutinitas anak-anak mapala, kini mendaki dapat dilakukan oleh siapa saja. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi orang untuk mendaki, dari yang sekedar ingin cuci mata, mencari ketenangan dari hiruk pikuk kota, ikut-ikutan, dsb. Namun pada hakikatnya hal-hal berikut ini wajib direnungkan para pendaki agar proses pendakiannya tidak sia-sia belaka.
Mendaki untuk pulang
“Tujuan mendaki adalah untuk pulang kembali, bukan puncak.”
Bagi sebagian orang yang tak paham makna kalimat di atas, mungkin mereka akan terus memaksakan diri untuk sampai di puncak tak peduli apapun kondisi mereka. Karena bagi mereka pantang untuk pulang sebelum menjamah puncak. Terlebih bagi pendaki latah yang mendaki gunung lantaran ikut-ikutan trend agar terlihat keren dan kekinian, puncak menjadi tujuan utama untuk mendapatkan view yang bagus dan kebanggaan menaklukkan puncak. Tapi, bagi mereka yang paham hakikat mendaki tentu tahu, bahwa pulang dengan selamat adalah satu-satunya tujuan yang benar, tak perlu memaksakan diri.
Mengenal diri atau menjunjung ego yang tinggi?
Berpose tegak, mengibarkan sang saka merah Putih di puncak Rinjani –atau juga puncak gunung lainnya-, mengenakan sepatu tracking, berjaket tebal, dan tidak lupa seperangkat pelengkap seperti bandana, sarung tangan, dan kaca mata. Pose foto ini seakan memikat banyak mata, dan tiba-tiba menjadi pose foto yang begitu eye catching ketika diunggah ke media sosial.
Sebagian orang merasa bangga karena sudah mencapai banyak puncak di negeri ini. Tapi, tidak banyak orang yang ingat, bahwa mendaki bukanlah untuk menyombongkan apa yang sudah diraih. Mampu mengenali jati diri dan memahami sesuatu dari diri kita, itulah yang seharusnya dipelajari setelah mendaki.
Tak ada yang salah dengan foto yang kita tunjukkan pada khalayak, tapi justru dalam diri kita sendirilah sebenarnya kebenaran itu bersemayam. Apakah kita hanya sekedar ingin menjunjung ego kita yang tinggi agar dipandang, atau lebih kepada pemahaman jati diri kita.
Menjadi Pecinta atau Perusak?
Akhir-akhir ini antusias masyarakat untuk mendaki kian meninggi. Sayangnya tak semua pendaki memahami konsep mendaki yang sesungguhnya. Padahal sama seperti yang lainnya, pendaki pun memiliki kode etik tersendiri. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni:
Jangan mengambil apapun kecuali gambar
Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
Jangan membunuh apapun kecuali waktu
Kenyataannya, masih banyak pendaki meninggalkan sampah pembungkus makanan, puntung rokok, dll. Padahal hal-hal kecil seperti ini bisa merusak gunung. Belum lagi puntung rokok yang masih ada bara apinya, sekecil apapun itu, bisa memicu kebakaran hutan. Kalau sudah begini siapa yangg diruugakan?
Nah, yang perlu direnungkan lagi, akan jadi apa kita bagi alam? Jadi pecinta atau perusak? Jika tujuan kita mendaki hanya agar terlihat keren, yang terjadi adalah banyaknya sampah, rusaknya vegetasi dan sarana pendakian di gunung. Sudah tidak terelakkan bahwa saat ini banyak sekali gunung yang ditutup untuk pendakian. Bukan lain hal ini karena proses pembersihan dan pemulihan vegetasi akibat kerusakan yang disebabkan oleh pendaki.
Selain itu, aksi vandalisme kian marak terjadi. Cukuplah gambar yang menjadi kenangan kita sewaktu mendaki, bukan corat-coret nama kita di pohon, bukan dengan memetik si abadi edelweis yang kini tak lagi abadi, bukan juga dengan meninggalkan sampah di sana.
Jika kita tak bisa menjadi pecinta yang baik, cukuplah menjadi penikmat yang pandai, bukan perusak yang lihai.
Mendekatkan atau menjauhkan?
Seorang pendaki yang hebat adalah ia yang menyempatkan waktu untuk merenung sejenak tentang hubungan dengan Tuhan-nya. Saat menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan di puncak sana, Tuhan seolah ingin menunjukkan, bahwa betapa besar karunia hidup yang Ia anugerahkan pada kita.
Mungkin perlu kita renungkan kembali setelah mendaki, apa kita justru semakin jauh atau dekat dengan Tuhan kita? Bersyukurlah jika ternyata dengan mendaki kita semakin dekat dengan Tuhan. Itu berarti kita paham betul apa tujuan kita mendaki, yaitu untuk mendekatkan diri pada Ilahi.

Renungan bagi Para Pendaki
Gunung bukanlah objek yang harus dan bisa ditaklukkan. Mendaki sejatinya adalah untuk menaklukkan diri sendiri. Menaklukkan ego kita yang tinggi, belajar memahami makna hidup dari proses perjalanan menuju puncak, belajar mengerti bagaimana mencintai alam ciptaan-Nya, dan yang terpenting belajar untuk mengilhami makna “pulang”.

download

DEUTER FUTURA 20 SL

Rp 1.300.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDF20SL
Nama BarangDEUTER FUTURA 20 SL
Harga Rp 1.300.000
Lihat Detail »
download

CONSINA RAIN COVER 30L

Rp 60.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeRCC1
Nama BarangCONSINA RAIN COVER 30L
Harga Rp 60.000
Lihat Detail »
download

DEUTER FUTURA Pro 34 SL

Rp 1.950.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeDFP34SL
Nama BarangDEUTER FUTURA Pro 34 SL
Harga Rp 1.950.000
Lihat Detail »
download

Sleeping Bag Dacron Sevensummits

Rp 145000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSBS1
Nama BarangSleeping Bag Dacron Sevensummits
Harga Rp 145000
Lihat Detail »
download

Senter Magnet Senter Outdoor

Rp 178.000 198.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeSM1
Nama BarangSenter Magnet Senter Outdoor
Harga Rp 178.000 198.000
Lihat Detail »
download

CELANA GUNUNG / CARGO PENDEK

Rp 135.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCGC1
Nama BarangCELANA GUNUNG / CARGO PENDEK
Harga Rp 135.000
Lihat Detail »
download

Tas Ransel Tactical Ransel Libanon

Rp 328.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeTRT2
Nama BarangTas Ransel Tactical Ransel Libanon Army 3P Black
Harga Rp 328.000
Lihat Detail »
download

Celana consina el capitan

Rp 125000
Detail
Order Sekarang » SMS : 082318200077
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeCCEC1
Nama BarangCelana consina el capitan
Harga Rp 125000
Lihat Detail »


Rekening Bank

Pengiriman

Print & Download Katalog